Über diesen Blog

  • : MANUAMAN LAKAAN NAIN - SANG PESIARAH
  • MANUAMAN LAKAAN NAIN - SANG PESIARAH
  • : Kunst Philosophie theologie ntt belu Wissenschaft
  • : My own writings - about: culture and anthropology, philosophy and theology,history, religion etc., in indonesian, german, english and Tetun (Timor), etc. Seperti gado-gado - wie gemischter Salat - semuanya dapat dibaca dalam blog in - also alles in Allem .... enjoy aja - viel Spaß dabei -
  • Diesen Blog empfehlen
  • Zurück zur Startseite

Kalender

December 2014
M T W T F S S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
<< < > >>

ATAMBUA, di sana matahari terbit setelah terbenam...haaa...haaa..

 

ATAMBUA DI TAPAL BATAS INDONESIA

di sana matahari terbit setelah terbenam


DSC08090.JPGHingga akhir tahun 1977 sebenarnya pergolakan di Timor-Timur (sekarang Negara Timor Leste) masih panas. Di sana-sini masih terjadi perang sporadis antara tentara dan pasukan sukarela dari Indonesia dengan tentara Fretalin. Untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang perbatasan kejadian itu bukanlah hal yang menyenangkan. Malam hari kadang mereka lewati tanpa tidur yang cukup. Mereka bisa saja diganggu „orang asing“ entah itu tentara Fretalin atau tentara Indonesia yang lagi kejar-mengejar. Kadang mereka menderita kehilangan binatang piaraan seperti sapi, kuda, kambing dan babi. Itu sudah dianggap hal yang lumrah. Kisah orang tuaku, suatu ketika mereka pun terpaksa mengungsi ke kota, karena daerah perbatasan sudah sangat rawan. Waktu itu mama saya sedang hamil berat. Mereka harus berjalan kaki sekitar 25KM menuju kota Atambua yang dianggap aman. Hanya seminggu sekembalinya dari tempat pengungsian, dia melahirkan kakaku, putra sulung dalam keluarga kami.


ATAMBUA kota di bagian paling timur dari Timor-Barat (Indo) ini adalah ibukota kabupaten Belu (Belu juga merupakan nama bekas propinsi Belu/Timor bagian Timur, ketika penjajah Portugis membagi pulau ini dalam dua Propinsi). Letak kota ini sangat sentral, persis di tengah tengah pulau Timor. Di bagian timur ada kota-kota seperti Maliana, Suai, Likisa, Ermera, dan Dili (semua itu sekarang masuk negara Timor Leste). Di bagian barat ada Kefemenanu, Oecuse, SoE, dan Kupang (selain Oecuse yang masuk TL, semuanya termasuk Atambua adalah bagian dar wilayah Indonesia). Ketika pergolakan di bekas Propinsi ke-27 itu terjadi lagi di tahun 1999, lagi-lagi Atambua menjadi tujuan utama para pengungsi korban pergulatan politik, saudara-saudaranya se-etnis, seperti yang sudah terjadi di tahun 1975.

Adalah seorang Belanda yang coba merangkum arti nama kota Atambua, dari sumber-sumber lisan yang didengarnya. Tuan Vrocklage melukiskan, di pinggir kali Talau, dekat titik batas antara wilayah kerajaan Lidak dan Fialaran, tapi masih di bagian wilayah Fialaran (di Fatubenao sakarang), di waktu dulu orang sering bertemu untuk untuk melakukan transaksi jual-beli budak. Boleh jadi budak-budak yang dibawa ke pasar tradisional ini kebanyakan adalah orang-orang yang dicap suangi atau tukang sihir. Budak-budak itu selain berasal dari Lidak, Naetimu, Mandeu, Fialaran, Lamaknen dan Maukatar kemungkinan didatangkan juga dari daerah-daerah di Timor bagian tengah seperti dari Biboki dan Insana, juga dari daerah selatan Belu dan dari Koa-Balibo. Kata bahasa Belu (Tetun) untuk suangi adalah buan dan untuk hamba adalah ata. Dari dua kata inilah kemudian muncul nama Atambua, yang berarti 'hamba suangi' atau 'Hamba yang Suangi'. Pasar ini kemudian dipindahkan ke seberang sungai Talau (di pasar lama sekarang). Dari sini para budak tersebut dibawa dalam keadaan terikat/terbelenggu ke Atapupu, pelabuhan yang terdekat. Di sana para budak itu diikat di suatu tempat sambil menunggu kapal penjajah yang datang untuk memuat mereka. Dari sinilah asal nama Atapupu dari kata ata futu (Ata: hamba – pupu dari futu: ikat): tempat para hamba diikat.

PICT0168.JPGDari tahun 80-an kota ini juga dikenal sebagai kota pelajar. Banyak pelajar dari kota-kota tetangga yang datang menuntut ilmu di SMA-SMA di kota ini. Di sana ada sekolah-sekolah tua, misalnya SMAK Surya, SMA Bina Karya, SMEA-N, STM St. Joseph Nenuk, SMAN, SMA Seminari Lalian, ada SPK (sekarang AKPER), SMKK (sekolah menengah keterampilan Keluarga: untuk tata boga, menjahit, dsb). Bagian utara Belu sejak dulu sudah terbuka. Demikian juga pengaruh budaya asing sangat kental di daerah ini. Katakan saja dansa. Dulu pesta-pesta dirayakan dengan tarian adat seperti Likurai dan tebe. Tapi pengaruh barat yang dibawa penjajah Portugis maupun Belanda telah membuat tarian dansa ala barat lebih populer di daerah ini. Tiada pesta tanpa dansa – entah itu Walz, Salsa dan Ca-ca-ca dalam motif gerak lokal ataupun dansa TOMBAK yang sangat populer di sana.

Tahun 2001 aku tinggalkan kota kesayanganku ini – paling tidak untuk waktu yang agak lama. Sampai tahun 2004 paling tidak aku mengunjungi kota ini sekali setahun. Tapi menjelang akhir 2004 aku harus pergi untuk waktu yang lebih lama. Hidup di Eropa, mengalami bagaimana orang Eropa mencintai budaya dan tanah kelahiran mereka, membangkitkan hasratku untuk mencari identatasku termasuk untuk mencintai budayaku dan kota kota kesayanganku. Tahun 2008 ketika aku kembali lagi ke kota ini, sudah ada perkembangan yang sangat besar. Di sana-sini dibangun pertokoan dan perkantoran yang besar, kotanya sudah semakin luas, semakin ramai, dan juga terkesan semakin sibuk. Atambua juga kota ojek? Untuk NTT Ojek dimulai pertama dan dipopulerkan di Atambua, sehingga tidaklah heran bahwa di dalam kota ini jumlah sepeda motor hampir 5 kali lipat dari jumlah mobil angkutan umum.

PICT0526.JPGHeee...... haaa..... sebenarnya masih banyak cerita lagi dari kota kecil di sentral Timor ini. Ada banyak hal yang patut diceritakan.... Tapi mungkin lebih baik sekali mengunjungi kota ini... banyak hal menarik...... di sana kita bisa bersama menyanyikan lagu KOLAM SUSU entah itu gubahan Koes Plus (lagu ini terinpirasi dari kunjungannya di Kota ini di tahun 70-an) lagu dari John Seme....

DI ATAMBUA..............DI SANA MENTARI TERBENAM DARI TIMOR LORO SAE (TIMUR).......DAN SEKALLIGUS TERBIT UNTUK TIMOR LORO MONU (BARAT).
Ket. Foto: 1. depan kantor Bupati Belu - Atambua 2. Gereja katederal Atmbua 3. di salah satu sudut kota Atambua
Salah satu sudut kota Atambua: foto flickr.com/photos/34732822@N02/3550587497/

Simpang lima Atambua: foto: atambua-ntt.go.id/images/pusatkota.JPG


Gedung DPRD Belu di Atambua, foto: lh6.ggpht.com/_BuGgj28vusk/RhrtcxQgXdI/ AAAAAAAAAHg/ IaAD6XVLG4U/dprd+atmb.JPG

Profil

  • MANUAMAN LAKAAN - (LORO BEREK)
  • MANUAMAN LAKAAN NAIN - SANG PESIARAH
  • Männlich
  • 21.01.1978
  • student ledig abenteuer freier
  • Mag. Theol. Puplius M. Buru Loro Berek alumnus STFK Ledalero, alumnus universitas Wina-Austria. Berkarya di Austria. Kontak: pupliusmeinrad@yahoo.com Interesse: sejarah-budaya, Lingkungan hidup, Keadilan HAM perdamaian - Filsafat - teologi
Erstellen Sie einen Blog auf OverBlog - Kontakt - Nutzungsbedingungen - Werbung - Missbrauch melden - Impressum - Artikel mit den meisten Kommentaren